KKN PPM Periode Juli-Agustus 2013

OPTIMALISASI PERTANIAN LAHAN KERING TERPADU MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DI DESA KAPITA MEO, KECAMATAN LAEN MANEN KABUPATEN BELU PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Kabupaten Belu adalah salah satu kabupaten yang ada di Nusa Tenggara Timur yang wilayahnya terletak di sebelah Timur. Dengan wilayah luas 2,445.57 km2 terbagi dalam 24 kecamatan dan 208 desa. Topografi daerah datar berbukit –bukit hingga pegunungan musim kemarau yang panjang (8-9 bulan). Kabupaten belu letak geografis dekat dengan Australia sehingga memiliki curah hujan rata-rata 4.067 mm tahun/th. dengan tipe iklim D4 dan E4, sehingga dikategorikan sebagai daerah beriklim tropis lahan kering dan beriklim kering. Pada kondisi klimatik seperti ini ternyata daerah ini memiliki SDA diantaranya padang penggembalaan yang relatif luas yaitu 432.386,3 ha yang dapat dimanfaatkan untuk penggembalaan ternak. Dari potensi yang ada ini telah memberikan julukan yang harum bagi persada NTT sekitar tahun 1970-an sebagai gudang ternak sapi potong, namun setelah itu hingga era reformasi ini julukan tersebut secara perlahan-lahan sirna. Keadaan ini disinyalir disebabkan karena : 1)Pemeliharaan Ektensif (di lepas di padang); 2) mortalitas ternak yang relatif masih tinggi (20-30%) sebelum dewasa baik akibat penyakit dan terutama karena pakan dan iklim; 3) kecenderungan menurunnya mutu genetik sapi Bali Timor (akibat inbreeding dan pemotongan betina produktif yang tidak terkontrol); 4) suplai pakan yang tidak kontinyu sepanjang tahun; 5) sistem usaha ternak yang masih tradisional; 6) kemampuan pengambilan keputusan ekonomi oleh peternak dalam pemilihan cabang usaha masih lemah; 6) belum tersedianya data dasar dari segala aspek bidang peternakan baik secara kualitas maupun kuantitas; 8) masih belum optimalnya pemanfaatan lahan kering sebagi usaha ternak dan pertanian karena rendahnya produktivitas ternak maupun sistem usaha yang belum memadai dan masalah- masalah sosial ekonomi lainnya.
Kecamatan Laen Manen wilayah 94,02 km2 dengan jumlah penduduk 1.147 jiwa, pertanian –peternakan ( 60,09 %), didominasi oleh usaha peternakan rakyat dengan sistem pemeliharaan ekstensif tradisional ( ternak dilepas begitu saja). Daya dukung lahan yang didominasi lahan kering memungkinkan untuk dimanfaatkan oleh komoditi peternakan terutama sapi potong.
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah diawali dengan pembekalan selain teori selanjutnya dilakukan praktek bagi mahasiswa peserta KKN-PPM. Sesuai dengan Program KKN-PPM dilakukan selama 2 (dua) bulan di lapangan, dalam setiap kegiatan dilakukan oleh mahasiswa bersama dengan masyarakat dan kelompok tani selalu didampingi oleh Dosen pembimbing Lapangan. Setiap minggu dilakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana pemberdayaan masayarakat terlaksana sesuai program dan kendala yang dihadapi oleh masyarakat.
Adapun hasil yang diinginkan adalah: 1) Peningkatan produksi pertanian dan peternakan (pertanian berpindah menjadi tetap); 2) tenaga teknis Inseminasi Buatan menjadi calon inseminator lapangan; 3) Mendapatkan sapi bakalan; 4) Menghasilkan lahan pakan; 5) Menghasilkan Bio-Gas dari hasil pengolahan limbah ternak, maka dapat menghemat biaya pembelian Bahan Bakar Minyak selain itu mencegah eksploitasi tanaman hutan sebagai menyerap CO2 sehingga adanya penurunan emisi. limbah yang dihasilkan 2.250kg/hari diolah menjadi Bio-Gas (pengganti BBM) tiap 2-5 ekor menghasilkan gas methan 2-3 M3/ hari; 6) Memberdayakan masyarakat untuk bagi pemahaman tentang optimalisasi pertanian lahan kering yang telah di dapat kepada masyarakat lainnya; 7) Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pengolahan tanah lahan kering dmenghasilkan pertanian terpadu.
Program-program yang akan dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutkan oleh masyrakat
sekitar agar dapt meningkatkan kesejahtraan. Keberlanjutan program-program (yang bisa dilanjutkan) akan dilakukan monitoring bersama oleh Tim KKN- PPM.

Copyright © 2013 lp2mpgrintt.ac.id All Rights Reserved. About | Advertise | Contact